Mimpi Keluar Mani Saat Puasa Bulan Ramadhan

Wanita itu biasa memanggil saya, Mas Indro. Saya tidak heran jika menyukai, dan mencintainya karena saya sudah beranjak dewasa.

Tapi, kenapa kedatangannya saat saya tertidur nyenyak, dan tengah menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan.

Mungkinkah karena sosoknya yang begitu cantik sampai-sampai terbawa dalam mimpi, yang menyebabkan adik gundul ini mengeluarkan cairan kental, yang disebut Mani.

Jujur, keluarnya cairan kental itu tidak membuat saya bingung, karena saya sudah baligh sejak dua tahun yang lalu.

Namun, saya sempat terpikir dan bertanya

Apakah puasa saya batal, karena bermimpi sampai keluar mani ?

Kala itu, saya bingung, dan gelisah meskipun sudah mandi junub.

Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wa Taala memang dhatz yang maha penyayang, dan maha mengetahui bahwa hambanya ini sedang kebingungan.

Tidak lama kemudian dikehendaki lah Kang Nurul datang menghampiri saya. Dia teman dekat saya, dan salah satu santri MT_FPKK Dukuh Kembang, yang mashur ahli dalam bidang Fiqih.

Tanpa rasa canggung sedikit pun, saya langsung tanyakan kaitan mimpi itu.

Kang Nurul, kalau sedang puasa dan di siang hari saya mimpi basah. Apakah puasa saya itu batal ?

Tapi, kang Nurul justru meledek dengan candaan yang membuat saya tambah baper (Bawa Perasaan).

Hehehe..

Enak niiiiiiihh,…

Kamu mimpi dengan siapa ?

Saut saya menanggapi candaan Kang Nurul:

Saya serius, kang..

jangan bercanda seperti itu karena membuat saya pingin tidur lebih lama lagi supaya bisa mimpikan dia kembali.

Baru kemudian, Kang Nurul langsung menjawab pertanyaan saya secara lengkap beserta referensinya:

Bermimpi sampai keluar mani tidak membatalkan puasa, meskipun tidurnya di siang hari.

Hal ini berdasarkan penjelasan yang terdapat dalam kitab Minhajul Qowim, nomor 118.

اما الإنزال بنحو فكر ونظر وضم امرأة بحائل وان رق فلا يفطر به وان تكررت الثلاثة بشهوة إذ لامباشرة كالإحتلام لكن يحرم تكريرها

Keluar mani sebab membayangkan, melihat, dan memeluk wanita menggunakan penghalang, meskipun penghalang tersebut tipis, maka tidak membatalkan puasa, karena tidak bersentuhan secara langsung, seperti halnya mimpi keluar mani.

Akan tetapi, hukumnya kharam jika mengulang kalikan perbuatan-perbuatan di atas.

Sebab itulah, hati saya tambah kagum akan kepandaiannya Kang Nurul, dan spontan saya bertanya lagi kaitan orang yang mengeluarkan maninya dengan tangan.

Kang,,,

Kalau mengeluarkan mani dengan tangannya, apakah itu membatalkan puasa ?

Dengan gagahnya, Kang Nurul menjawab pertanyaan tersebut:

Iya…

Sengaja mengeluarkan mani menggunakan tangannya dapat membatalkan ibadah puasa, jika dia mengetahui hal tersebut termasuk perkara yang membatalkan puasa.

Silahkan lihat keterangan dalam kitab Kasifatussaja, nomor 118-119.

ثم اعلم ان الإستمناء بيده او بيد زوجته او جاريته يفطر به ولو بحائل حيث كان عامدا عالما مختارا

Ketahuilah, sesungguhnya berusaha mengeluarkan mani dengan tangannya sendiri, istrinya, maupun menggunakan tangan budak perempuannya, maka hal-hal itu membatalkan puasa meskipun saat melakukannya memakai penghalang.

Puasanya batal, apabila mereka sengaja, mengetahui, dan atas kehendaknya sendiri (bukan paksaan dari orang lain).

Alhamdulillah, perjumpaan saya dengan Kang Nurul penuh ilmu dan manfaat.

Singkat cerita, saya tetap melanjutkan puasa karena bermimpi sampai mengeluarkan mani bukan termasuk perkara yang membatalkan puasa.

Terimakasih banyak buat Kang Nurul, dan tetaplah semangat, serta bangga menjadi santri.

2 komentar untuk “Mimpi Keluar Mani Saat Puasa Bulan Ramadhan”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *