Tidak Perlu Belajar, yang Penting Pintar

Hampir delapan tahun lamanya saya mondok di pesantren salaf APIK, Kaliwungu, Kendal.

Alhamdulillah, sudah cukup banyak santri yang berperan sebagai teman dekat saya. Ada yang dari Lampung, Cirebon, Kalimantan, dan beberapa daerah lainnya.

Jam sepuluh malam tepat adalah waktu yang dinantikan santri, karena pada saat itu akan berbunyi Bel yang menunjukkan kegiatan musyawarah kelas telah selesai.

Ketika bel mulai berbunyi, mereka siap-siap pulang menuju kamarnya masing-masing.

Waktu-waktu seperti inilah, para santri melakukan aktifitasnya sendiri-sendiri. Ada yang belajar, tidur, masak, bahkan ada pula santri yang duduk santai bersama kopi hitamnya.

Kang Dail, dia teman saya yang terkenal sebagai penikmat kopi pahit. Hampir semua waktunya dihabiskan guna menyeruput hangatnya kopi hitam.

Bahkan, yang cukup membuat saya tercengang kagum, adalah raut wajahnya selalu ceria, tenang, dan santai, meskipun tidak punya uang.

Tapi, kali ini sungguh luar biasa. Saya jumpai dia sedang melamun di depan komplek Al-Muzaka.

Karena penasaran, pelan-pelan saya mendekatinya sembari bertanya

Kang Dail,,,

Kamu kok duduk sendirian, dan melamun ?

Kalau ada masalah, silahkan curhat, dan saya siap mendengarkan.

Tidak lama kemudian, dia langsung menceritakan permasalahannya.

Kang …

Kenapa saya malas belajar, yeah ?

Kalau mau belajar, rasanya langsung ngantuk dan pinginnya ngopi hitam.

Saya menjawabnya dengan senyuman.

Kamu tahu apa tidak … !

Santri itu tidak perlu belajar..

Yang penting menjadi santri yang alim, atau pintar.

Jawab Kang Dail sambil kebingungan.

Looh…

Bagaimana mungkin menjadi santri yang alim kalau tidak mau belajar ?

Lanjut saya menjelaskan

Naaaaahhh..

Itu kamu paham…

Tidak akan mungkin menjadi santri alim, kalau kamu malas belajar.

Jika serius menuntut ilmu, tentu kewajiban kamu, adalah bersungguh-sungguh dalam belajar, dan Istiqomah.

Cobalah ingat-ingat kembali pelajaran

تعليم المتعلم

Di dalam kitab tersebut sudah dijelaskan

لا بد من الجد والمواظبة والملازمة لطالب العلم

Bagi penuntut ilmu wajib bersungguh-sungguh, tekun, dan istiqamah.

Karena itu, kamu harus berusaha semaksimal mungkin agar bisa belajar. Jika ngantuk, coba cari solusinya agar kamu tidak mengantuk dan bisa menikmati proses belajarnya.

Seketika itu, dia mulai beranjak dari tempat duduknya dan pamitan

Kang..

Saya ke kantin dulu.

Mau beli kopi hitam, agar saya semangat belajar.

Bagaimana jika nanti kita belajar bareng sambil Ngopi ?

Alhamdulillah, saya senang melihat wajahnya tidak kusut lagi.

Akhir cerita, saya dukung dia membeli kopi hitam, dan setuju untuk belajar bareng.

Oke.. Saya tunggu di sini .,..

Jangan kelamaan, yeah.. Nanti keburu saya ngantuk…

Hehehe

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *