Cara Backup Data Website WordPress Otomatis Tanpa Cpanel

Pahit, pusing, jengkel, dan pingin muntah tapi nggak ada isinya.

Iya, itu perasaan yang pernah saya alami ketika kehilangan data-data penting yang sudah tersimpan di Website. Artikel, plugin, themes, dan gambar semuanya hilang tanpa tersisa karena pas waktu itu terjadi bencana yang amat besar.

Website saya mengalami kerusakan, dan tidak bisa diakses sama sekali.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaikinya. Tapi gagal, gagal, dan gagal lagi yang akhirnya saya memutuskan untuk Install ulang Website tersebut.

Hehehe..  belajar lebay.

Yang intinya

Bagi pengelola website harus mengantisipasi kehilangan data-data penting, seperti artikel, plugin, themes, Database, dan sebagainya.

8 Cara Backup Website WordPress Otomatis Tanpa Cpanel.

Proses backup atau pencadangan melalui Dasbor WordPress tentunya lebih mudah, dan kapasitas penyimpanan Hosting tidak mudah penuh karena hasil backup akan disimpan ke Google Drive, atau lainnya.

Karena itu, kita akan gunakan plugin yang sudah populer dalam urusan backup, yakni UpdraftPlus.

1. Install Plugin UpdraftPlus.

Kenapa saya sarankan UpdraftPlus untuk mencadangkan data situs web ?

Alasannya cuma tiga, yakni

  • Gratis, tapi sudah lebih dari mencukupi. Kalau Anda masih kurang, ada juga paket premium yang ditawarkan plugin tersebut.
  • Penggunaan Aktif Mencapai Angka yang sangat fantastis, yakni 2 juta lebih.
  • Terdapat banyak pilihan untuk menyimpan data, seperti Google Drive, Microsoft, dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Proses Pencadangan.

Jika plugin Updraftplus terpasang dan sudah diaktifkan, nanti akan muncul pemberitahuan seperti gambar dibawah.

Silahkan klik tulisan

Tekan di Sini Untuk Memulai.

3. Setting Plugin Updraftplus Untuk Backup.

Berhubung banyak fitur yang tersedia, dan diantaranya adalah

  1. Cadangkan/Kembalikan.
  2. Migrasi/Klon
  3. Pengaturan
  4. Advanced Tools.
  5. Premium/Extension.

Maka yang perlu diatur terlebih dahulu adalah pengaturan.

Penjelasan

Files backup schedule, dan Database backup schedule adalah mengatur kapan waktunya Plugin Updraftplus melakukan backup otomatis.

Kalau saya pribadi memilih Bulanan.

and retain this many scheduled backups, adalah mengatur berapa kali plugin tersebut melakukan backup.

Saya memilih 1, supaya dalam satu bulan, plugin Updraftplus melakukan backup hanya satu kali. Manfaatnya, kapasitas penyimpanan Google Drive tidak cepat penuh.

Untuk pengaturan lainnya tidak perlu dirubah.

4. Meminta Pemberitahuan.

Ini penting, supaya Anda mendapat pemberitahuan lebih lanjut yang akan dikirimkan ke email.

Caranya mudah, cukup centang pada kolom email admin.

Setelah itu, klik simpan perubahan.

5. Masuk Ke Google Drive.

Setelah Anda melakukan langkah di atas, maka akan ada pemberitahuan seperti gambar berikut.

Silahkan klik tautan, atau link untuk menuju ke Google Drive. Anda perlu masuk menggunakan Email dan Sandi Gmail.

6. Memberikan izin Backup.

Jika Anda sudah masuk menggunakan Email dan Sandi Gmail, akan ada pemberitahuan tentang akses perizinan.

Silahkan pilih Izinkan.

7. Menyempurnakan Proses Backup Otomatis.

Terakhir adalah klik tulisan Complete Setup, agar proses pencadangan segera dimulai.

Alhamdulillah, sampai sini sudah rampung, dan monggo Ngopi Pahit dulu supaya pikiran tambah padang dan lebih mudah untuk mendapatkan ide menulis.

8. Restore Hasil Backup WordPress

Untuk mengembalikan semua data yang sudah dibackup,

  1. Pengaturan.
  2. UpdraftPlus Backup.

Di bagian paling bawah ada berkas hasil pencadangan yang Anda buat. Silahkan pilih pulihkan

Cukup sekian, dan semoga mudah dipahami.

Jangan Sungkan Untuk Berkomentar